Sejarah
Berdasar SK
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.0473/0/
1983 yang menetapkan dibukanya SMA baru, maka terhitung mulai tanggal
1 Juli 1983 SMA Negeri 7 Yogyakarta berdiri.
Pada awal tahun ajaran
1983/
1984 pengelolaan dan pembinaan SMA Negeri 7 Yogyakarta diserahkan kepada
SMA Negeri 1 Yogyakarta dengan
Kepala Sekolah dirangkap oleh Drs. Mulyono (Alm.) dengan menempati gedung
SMA Negeri 1 Yogyakarta masuk siang.
Sejarah Tenaga Pengajar
Adapun tenaga pengajarnya adalah guru-guru
SMA Negeri 1 Yogyakarta dan 10 orang guru yang dinota dinaskan berdasarkan SK Kakanwil DIY No. 807/I.13.4/C.2/1983, yaitu:
- Drs. Suprayitno (SMAN 6 Yogyakarta)
- Drs. Sismadi (SMAN 6 Yogyakarta)
- Dra. H. Mudjijah (SMAN 6 Yogyakarta)
- Ratmitun (SMAN 6 Yogyakarta)
- Bakri (SMAN 6 Yogyakarta)
- Drs. Muslim Syukur (SMAN 6 Yogyakarta)
- Petrus Sudiyono (SMAN 6 Yogyakarta)
- Sukiman Marsudi (SMAN 6 Yogyakarta)
- Tuti Sukastini (SMA 2 Wonosari)
- Hadi Sudarsono (Alm.) (SMA 1 Sleman)
Berdasarkan SK.Mendikbud RI no.95329/Kl.2/
1984 tanggal
18 Oktober 1984 menetapkan Dra. Sri Soewarni sebagai Kepala SMA Negeri 7 Yogyakarta. Pada tahun ajaran
1985/
1986 mulai menempati kampus Fakultas Kedokteran
UGM dan RSU Pugeran
Yogyakarta.
Kepala Sekolah
- Drs. Mulyono (Alm.) (1983-1984)
- Dra. Sri Soewarni (1984-1988)
- Drs. Mashari Subagijono (1988-1991)
- R.Ay. Tri Martani (1991-1993)
- Drs. Sapardi (1993-1997)
- Drs. Panut S. (1997-2001)
- Drs. Timbul Mulyono (2001-2005)
- Drs. Hardja Purnama (2005-2008)
- Drs. H. Mawardi (2008-2010)
- Drs. Timbul Mulyono, M.Pd. (Plt. Kepala Sekolah)
Lambang Sekolah
Lambang SMA Negeri 7 Yogyakarta merupakan karya dari Drs. Suprayitno yang juga bertugas sebagai guru bahasa Indonesia di SMA N 7 Yogyakarta.
- Bentuk bingkai bersegi lima melambangkan dasar SMA N 7 Yogyakarta adalah Pancasila. Hal ini sesuai dengan dasar negara Republik Indonesia.
- Tujuh nyala lilin melambangkan urutan SMA yang ada di Kota Yogyakarta pada tahun 1983. Selain itu nyala lilin melambangkan pengorbanan tanpa pamrih.
- Buku terbuka melambangkan sumber pengetahuan, maksudnya buku tersebut harus dibaca karena ilmu pengetahuan terutama tersimpan di dalam buku dan tersebar luas.
- Pena merupakan lambang pendidikan; pena digunakan untuk menulis atau membuat karangan, tulisan agar ilmu pengetahuan tersebar luas.
1 Komentar:
Menarik sejarah sma 7 yogya ini.
Posting Komentar